pembelajaran berbasis teknologi: pembahasan (Humanistik)
Perubahan sosial, kemajuan teknologi, dan tuntutan globalisasi membawa dampak besar terhadap dunia pendidikan dan kehidupan manusia. Sistem pembelajaran yang hanya berorientasi pada hasil akademik sering kali mengabaikan aspek kemanusiaan peserta didik. Di sinilah pendekatan humanistik menjadi penting. Humanistik menekankan pemahaman manusia secara utuh—bukan sekadar sebagai makhluk berpikir, tetapi juga makhluk yang memiliki perasaan, nilai, dan potensi untuk berkembang. Pendekatan ini menempatkan manusia sebagai pusat dari setiap proses, sehingga pembelajaran tidak hanya mengasah kecerdasan kognitif, tetapi juga mengembangkan kepribadian dan karakter.
A. Pengertian Humanistik
Humanistik berasal dari kata human (manusia). Secara umum, humanistik adalah pandangan atau pendekatan yang menempatkan manusia sebagai pusat perhatian utama, dengan menekankan martabat, kebebasan, potensi, dan nilai-nilai kemanusiaan. Pendekatan ini melihat manusia sebagai makhluk yang memiliki kemampuan untuk berkembang, membuat pilihan, dan bertanggung jawab atas hidupnya.
Berikut beberapa sudut pandang yang sering digunakan:
1. Secara Filsafat
Humanistik adalah aliran pemikiran yang menekankan bahwa manusia memiliki nilai dan potensi unik yang harus dihargai, tanpa hanya bergantung pada kekuatan luar seperti nasib atau takdir.
2. Dalam Psikologi
Psikologi humanistik (dipelopori oleh Abraham Maslow ) menekankan pertumbuhan pribadi, aktualisasi diri, dan kebebasan memilih. Fokusnya pada pengalaman subjektif, bukan sekadar perilaku atau proses bawah sadar.
Carl R. Rogers (dalam On Becoming a Person, 1961) menyatakan bahwa pendekatan humanistik menekankan penerimaan tanpa syarat (unconditional positive regard), kebebasan memilih, dan keyakinan bahwa setiap individu memiliki kemampuan bawaan untuk berkembang positif bila berada dalam lingkungan yang mendukung.
3. Dalam Pendidikan
Pendidikan humanistik memandang peserta didik sebagai individu yang utuh, bukan hanya penerima informasi. Tujuannya membantu siswa mengembangkan potensi diri, kreativitas, dan tanggung jawab sosial melalui pembelajaran yang menghargai kebebasan, empati, dan hubungan yang hangat antara guru dan murid.
konsep humanistik menekankan:
Manusia sebagai pusat: martabat, hak, dan kebebasan individu dihargai.
Potensi berkembang: setiap orang diyakini memiliki kemampuan bawaan untuk tumbuh positif.
Lingkungan suportif: perkembangan optimal terjadi bila lingkungan memberi dukungan, kebebasan, dan penghargaan.
B. Humanistik dalam Teknologi
Humanistik: berpandangan bahwa manusia adalah pusat pertimbangan, menekankan etika, empati, dan kebermanfaatan.
Dalam konteks teknologi: pengembangan dan penggunaan teknologi yang mempertimbangkan dampak sosial, etika, budaya, dan lingkungan, bukan hanya aspek fungsional atau ekonomi.
1. Prinsip-Prinsip Humanistik
Berorientasi pada Kemanusiaan: Inovasi harus menjawab kebutuhan manusia (misalnya kesehatan, pendidikan, kesejahteraan), bukan sekadar tren pasar.
Etika dan Tanggung Jawab: Memperhatikan privasi, keamanan data, keadilan, dan hak asasi manusia.
Partisipasi Publik: Melibatkan masyarakat dalam perancangan dan pengambilan keputusan teknologi.
Keberlanjutan (Sustainability): Mengutamakan kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem.
2. Contoh Penerapan
Kecerdasan Buatan (AI) Beretika: Mengembangkan AI dengan prinsip transparansi, keadilan, dan non-diskriminasi.
Desain Ramah Pengguna (User-Centered Design): Membuat aplikasi atau produk teknologi yang mudah digunakan semua kelompok, termasuk penyandang disabilitas.
Teknologi Kesehatan: Telemedicine atau alat kesehatan digital yang menjaga kerahasiaan pasien sekaligus meningkatkan akses layanan.
Energi Terbarukan: Teknologi panel surya atau turbin angin untuk mengurangi dampak perubahan iklim.
3. Tantangan
Ketimpangan akses (digital divide) antara wilayah maju dan tertinggal.
Risiko penyalahgunaan, seperti pelanggaran privasi atau eksploitasi data.
Dilema etika: misalnya, penggunaan AI dalam senjata otonom.
C. Relevansi di Era Modern
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, nilai-nilai humanistik menjadi semakin penting. Teknologi memang memudahkan hidup, tetapi tanpa kesadaran kemanusiaan, kemajuan tersebut bisa mengabaikan etika dan empati. Dalam dunia kerja, pendekatan humanistik menumbuhkan soft skills seperti komunikasi, kepemimpinan berbasis empati, dan kreativitas—kemampuan yang sulit digantikan oleh mesin.
Selain itu, pendekatan humanistik juga relevan dalam konteks kesehatan mental. Masyarakat modern rentan terhadap stres dan alienasi. Dengan memandang manusia secara utuh, pendekatan ini menekankan keseimbangan antara kebutuhan fisik, emosional, dan spiritual.
=======================================
PUSTAKA
• Maslow, A. H. (1970). Motivation and personality (2nd ed.). Harper & Row.
• Rogers, C. R. (1961). On becoming a person: A therapist's view of psychotherapy. Houghton Mifflin.
• Kneller, G. F. (1971). Introduction to the philosophy of education. John Wiley & Sons.
Ok
BalasHapusMengapa penting mempertimbangkan aspek sosial, etika, budaya, dan lingkungan dalam penggunaan teknologi?
BalasHapus